Jembatan Manusia dan Ilmu Pengetahuan

  
Sumber gambar: crushpixel.com

Manusia Ciptaan Tuhan Paling  Sempurna

   Manusia merupakan mahkluk ciptaaan Allah SWT yang diciptakan paling sempurna dibanding mahkluk Allah yang lain. Allah SWT memberi kelebihan paling utama pada manusia dengan memiliki akal untuk berpikir dan daya nalar hal tersebut, merupakan jembatan manusia untuk mendapat pengetahuan sehingga dapat dijadikan suatu ilmu. Kemampuan manusia untuk berpikir dan bernalar tersebut dikarenakan manusia sendiri dianugerahkan otak sebagai daya berpikir karena itu sudah seharusnya kita bersyukur atas anugerah Nya. 

Manusia Mendapat Ilmu Pengetahuan

   Dilansir dari panturanews.com, manusia mendapat ilmu pengetahuannya dari pengalaman-pengalaman yang didapatkannya dan logika yang dimiliki. Dari pengalaman tersebut manusia terus mengolahnya dengan cara berpikir sehingga menghasilkan suatu ilmu pengetahuan. 
  Banyak  ilmu pengetahuan diberbagai bidang saat ini sangat berguna bagi kehidupan orang banyak dan ilmu pengetahuan akan semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Ilmu pengetahuan dapat berkembang dan disempurnakan dari masa ke masa karena manusia memiliki keingintahuan yang sangat besar disertai dengan kegigihan dalam berusaha melalui proses penalaran, percobaan, dan penyempurnaan.

Ilmu Pengetahuan menurut Van Melsen

   Van Melsen membedakan llmu pengetahuan menjadi Ilmu-ilmu Empiris dan Ilmu-ilmu Nonempiris, Yaitu:
  • Ilmu-ilmu Empiris
    1. (Ilmu Alam) melukiskan kenyataan menurut aspek-aspek yang dapat diinderawi secara langsung. Data inderawi ini harus dimengerti sebagaimana tampaknya. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi ilmiah yang memiliki objektivitas pada objek. Ilmu alam menyelidiki kenyataan konkret menurut aspek-aspeknya yang dapat diulangi.  
    2. (Ilmu Sejarah) yang dimaksud adalah ilmu yang menyangkut sejarah manusia. Ilmu sejarah ini menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakan manusiawi, yang dapat juga diungkapkan melalui peninggalan-peninggalan fisis. Karena sejarah meliputi semua kejadian yang pernah berlangsung, akibatnya ilmu sejarah ini tidak bias mengadakan eksperimen. 
    3. (Ilmu Manusia) juga disebut ilmu-ilmu tingkah laku (behavioral science) atau ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu manusia ini diberi tempat tersendiri di samping ilmu sejarah dan ilmu alam, karena ilmu sejarah maupun ilmu manusia menyangkut perbuatan serta tingkah laku manusia. Di samping itu, ilmu manusia juga mempunyai persamaan dengan ilmu alam, dengan usahanya untuk menemukan secara khusus aspekaspek yang dapat diulangi. 
  • Ilmu-ilmu Nonempiris
    1. (Matematika) merupakan ilmu non-empiris dan dalam bentuk abstrak yang juga mempunyai peranan penting dan dapat diterapkan bagi ilmu-ilmu empiris. Karena keabstrakan matematika ini, ia menyediakan berbagai struktur formal bagi ilmu-ilmu lain. 
    2. (Filsafat) juga merupakan ilmu non-empiris, yang berfungsi sebagai kerangka sistematis yang umum, mengingat adanya pandangan bahwa filsafat sebagai induk semua ilmu lain. Dalam keanekaragaman ilmu ini perlu diteruskan pencarian jawaban atas pertanyaan yang pada awal mulanya dikemukakan oleh filsafat. 

Sifat Ilmu Pengetahuan

  1. (Rasional) Ilmu pengetahuan didasarkan atas kegiatan berpikir secara logis dengan menggunakan rasio (nalar) dan hasilnya dapat diterima oleh nalar manusia
  2. (Objektif) Kebenaran yang dihasilkan ilmu merupakan kebenaran tentang pengetahuan yang jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataan objeknya.
  3. (Empiris) Kesimpulan yang diambil harus dapat dibuktikan melalui pemeriksaan dan pembuktian panca indera, serta dapat diuji kebenarannya dengan fakta.
  4. (Akumulatif) Ilmu dibentuk dengan dasar teori lama, yang disempurnakan, ditambah, dan diperbaiki sehingga semakin sempurna. Ilmu yang telah sekarang merupakan kelanjutan dari ilmu yang dikembangkan sebelumnya.


Creative Thinking/ M-2


















Komentar

Postingan Populer