Sampah Menghasilkan Rezeki Yang Halal
Sumber Gambar: Liputan6.com
Menjadi seorang pemulung bukanlah suatu cita-cita yang mereka harapkan dan inginkan. Ini merupakan salah satu keadaanlah yang memaksa mereka untuk menekuni pekerjaan ini. Modal yang mereka perlukan tidaklah begitu banyak, hanya bermodalkan karung goni dan keberanian diri. Karung goni untuk menempatkan hasil barang-barang bekas dan keberanian seorang pemulung sangat di perlukan karena mereka akan banyak menghadapi segala berbagai macam orang-orang yang akan mencibir dan mencemooh mereka sebagai seorang pemulung karena kebanyakan orang menganggap bahwa para pemulung adalah sampah masyarakat, jorok tidak sehat dan bahkan banyak juga orang yang akan menutup hidungnya ketika para pemulung membawa barang-barang bekas yang bau, kotor dan lewat di dekat mereka.
Hal yang wajar tetapi alangkah baiknya bila kita dapat menghargai orang yang mempunyai profesi sebagai seorang pemulung karena mereka sama dengan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan jangan karena mereka seorang pemulung maka kita berhak menjauhi, menghina dan menganggap mereka rendah di mata kita. Saya dapat banyak pelajaran tentang sebuah hidup yang penuh perjuangan dari bapak slamet karena seorang bapak yang sudah bisa di bilang tua mempunyai sebuah kelebihan yang belum tentu di miliki semua orang.
Bapak itu memiliki sikap kesabaran yang luar biasa yang membuat bapak itu tetap tersenyum menjalani hidupnya sehari-hari sebagai seorang pemulung. Kerja keras banting tulang dan bapak itu memiliki kekuatan untuk tetap mencari barang-barang bekas walaupun di bawah panasnya terik matahari dan derasnya hujan yang bisa membuat mereka jatuh sakit demi hanya untuk mencari sesuap nasi dan bapak itu memiliki sebuah keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan keadaan yang lebih baik lagi dari sekarang yang sedang di jalani saat ini dengan sebuah kerja keras yang pantang menyerah.



Komentar
Posting Komentar