Apakah Kampanye dan Propaganda sama? Mari kita cari tahu perbedaanya

 

                                                  Ilustrasi kampanye. (Foto: Istimewa)   

Kampanye adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi untuk mempromosikan atau memperjuangkan suatu tujuan tertentu kepada khalayak umum. Kampanye dapat dilakukan dalam berbagai konteks, termasuk politik, sosial, lingkungan, kesehatan, atau bisnis.

Propaganda adalah informasi atau ide yang disebarluaskan suatu kelompok, organisasi, atau pemerintah, bertujuan memengaruhi pandangan serta tingkah laku sasarannya. Hal ini dilakukan agar sasarannya, yakni kelompok tertentu, melakukan apa yang diinginkan oleh propagandis, yaitu orang yang melakukan propaganda.

Persamaan Kampanye dan Propaganda:

•Tindakan komunikasi yang terencana

•Ditunjukkan untuk mempengaruhi khalayak

•“mencegat” khalayak hampir disemua sudut dengan menggunakan saluran komunikasi yang ada

•Menyajikan gagasan dan pesan dengan penuh keyakinan tanpa keraguan sedikitpun



Kampanye Menurut Para Ahli:

•Roger dan Storey (1987)

Serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu kepada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.

•Rajasundaram (1981)

Dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditunjukkan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.

•Pfau dan Parrot(1993)

Suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah ditetapkan.

Ciri Kampanye:

  • Tindakan kampanye yang ditunjukan menciptakan efek atau dampak tertentu

  • Jumlah khalayak dan sasaran yang besar

  • Biasanya dipusatkan pada kurun waktu tertentu

  • Melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi

Tujuan Kampanye:

  • Untuk melakukan perubahan.

  • Upaya perubahan yang dilakukan selalu berkaitan dengan aspek  (Pfau dan Parrot, 1993):

  1. Pengetahuan (knowledge)

  2. Sikap (attitude)

  3. Perilaku (behavioural)

Tiga aspek tersebut oleh Ostergaard (2002) disebut dengan Istilah 3A yaitu, Awareness, Attitude, dan Action.


Charles U. Larson (1992), membagi jenis kampanye menjadi:

1.Product Oriented Campaigns

  • Disebut juga kampanye berorientasi produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis.
  • Istilah lainnya commercial campaign dan corporate campaign, maksudnya tidak hanya kampanye untuk menjual sebuah produk tapi termasuk juga kampanye yang diarahkan untuk membangun merek perusahaan (Corporate Branding) dan CSR
  • Motivasi penyelenggaraan kampanye jenis ini untuk memperoleh keuntungan finansial.
  • Ex. Kampanye peluncuran Meikarta, kampanye perusahaan gas negara (PGN) Go Public, kampanye produk minuman pocari sweat, kampanye telkomsel

2.Candidate Oriented Campaigns

  • Disebut juga kampanye berorientasi kandidat, yang umumnya dimotivasi oleh hasrat untuk memperoleh kekuasaan politik
  • Disebut juga political campaign
  • Tujuannya untuk memenangkan dukungan masyarakat terhadap calon-calon yang diajukan oleh partai politik agar dapat menduduki jabatan politik yang diperebutkan melalui pemilu.
  • Ex. Kampanye pilkada, kampanye pembentukan IBU KOTA baru, kampanye kuota 30% bagi wanita di DPR.

3.Ideologically or Cause Oriented Campaigns

  • Berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan umumnya berdimensi perubahan social.
  • Kampanye ini oleh Kotler disebut Social Change Campaign yakni, kampanye yang ditunjukkan untuk menangani masalah-masalah social melalui perubahan sikap dan perilaku public yang berkaitan.
  • Cakupan kampanye ini luas mulai dari kampanye dibidang kesehatan: misalnya AIDS, ASI, KB, Donor Darah, kampanye lingkungan misalnya air bersih, kampanye Pendidikan mislanya meningkatkan minat baca kampanye lalu lintas, kampanye menarik investor asing, 


Studi Kasus Kampanye Ideologically or Cause Oriented Campaigns

Danone-AQUA Meluncurkan Kampanye Mudik Bijak Sampah untuk Meningkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Plastik Saat Mudik


Jakarta, 20 April 2023 - Danone Indonesia melalui Danone-AQUA mempertegas komitmen dalam menanggulangi sampah plastik di Indonesia hari ini dengan meluncurkan kampanye Mudik Bijak Sampah. Kampanye ini ditandai dengan menyediakan sejumlah kotak pengumpulan botol plastik bekas pakai (drop box) di beberapa rest area pada ruas jalan tol pulau Jawa. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkirakan akan ada sampah sebanyak 49.520 ton yang dihasilkan dari sekitar 123,8 juta pemudik lebaran tahun 2023. Timbulan sampah tersebut berasal dari sisa makanan, sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang ada pada tiap titik pemberhentian ataupun di sepanjang jalur mudik. Kampanye Mudik Bijak Sampah bertujuan untuk mengedukasi lebih banyak masyarakat Indonesia agar mengubah perilaku serta meningkatkan keterlibatan dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah, khususnya sampah plastik.

Danone Indonesia, melalui Danone-AQUA, berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan secara konsisten terlibat aktif dalam menanggulangi permasalahan sampah plastik di Indonesia. Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, mengatakan, “Sebagai bagian dari budaya masyarakat, khususnya saat perayaan hari raya Idul Fitri, kami melihat mudik menjadi kesempatan penting bagi Danone-AQUA untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik. Kami mencoba edukasi para pemudik, agar dapat membawa kesadaran dan kebiasaan baik untuk mengelola sampah ke kampung halamannya. Selain itu, melalui kegiatan ini, kami berharap mendukung nasional dan pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik saat tingginya aktivitas perjalanan masyarakat saat mudik.”

Karyanto lebih lanjut menambahkan bahwa kampanye Mudik Bijak Sampah ini juga menjadi bagian dari komitmen Danone-AQUA dalam mendukung praktik ekonomi sirkular dalam penanganan sampah plastik yang tertuang dalam gerakan #BijakBerplastik. Gerakan ini memiliki tiga fokus utama yaitu pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat, serta inovasi kemasan produk.

Kampanye Mudik Bijak Sampah berlangsung mulai 18 hingga 20 April 2023 di mana diperkirakan akan terjadi peningkatan arus lalu lintas masyarakat yang pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Selama periode tersebut, para pemudik dapat meletakkan botol plastik AQUA bekas pakai dalam kotak pengumpulan di booth penjualan AQUA yang tersebar di beberapa rest area seperti, KM 88, KM 147 tol Cipularang, serta KM 166 tol Cipali. Setelah meletakkan botol plastik dalam kotak pengumpulan, para pemudik dapat mengunggah foto aksi mereka di media sosial untuk mendapatkan ganjaran yang menarik dari Danone-AQUA.

Mudik Bijak Sampah diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pengumpulan sampah plastik dalam peta jalan #BijakBerplastik dengan target mengumpulkan plastik pascakonsumsi dari lingkungan lebih banyak dibandingkan yang digunakan pada 2025. Danone Indonesia akan memimpin kampanye nasional untuk pendidikan daur ulang yang menjangkau 100 juta konsumen serta 5 juta anak-anak pada 2025, dan menggunakan 100% kemasan yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, atau dijadikan kompos pada 2025.

Berdasarkan kajian LPEM UI, beragam inisiatif di bawah gerakan #BijakBerplastik telah berhasil meningkatkan pemanfaatan 17% sampah plastik yang bisa didaur ulang dan mengurangi hingga 14% sampah plastik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta menurunkan kebocoran PET bekas ke lingkungan dari 3.1% ke 2.5%. 

“Danone-AQUA berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnis dan melakukan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan secara beriringan. Kami percaya bahwa dengan turut menjaga keberlanjutan lingkungan dapat membantu kami menghadirkan kesehatan melalui makanan dan minuman kepada sebanyak mungkin orang,” tutup Karyanto.



  • Tugas Minggu 1
  • Perencanaan Kampanye Komunikasi

Komentar

Postingan Populer