Studi Kasus Kampanye Scarlett Whitening
The Five Functional Stages Devolopment Model
Model ini dikembangkan oleh tim peneliti dan praktisi kampanye di Yale University AS pada awal 1960-an (Larson, 1993). Model ini dianggap yang populer dan banyak diterapkan diberbagai belahan dunia. Kepopulerannya tidak terlepas dari fleksibilitas model tersebut untuk diterapkan , baik pada Canndidate Oriented Campaign, Product Oriented Campaign, maupun Cause or Idea Oriented Campaign.
Fokus model ini adalah pada "tahapan kegiatan kampanye". Pada model ini digambarkan bagaimana tahapan kegiatan kampanye harus dilalui sebelum akhirnya kegiatan tersebut berhasil atau gagal mencapai tujuannyaa. Tahapan kegaiatan tersebut meliputi 5 tahapan. 5 tersebut yaitu: Identiifikasi, Legitimasi, Partisipasi, Penetrasi, dan Distribusi.AScarlett Whiteniing
Analisis Kampanye Scarlett Whitening berdasarkan
The Five Functioal Stages Devolopment Model
Tahap Identifikasi, merupakan tahap penciptaan identitas kampanye yang dengan mudah dapat dikenali oleh khalayak, Hal-hal yang umum digunakan sebagai identitas kampanye diataranya simbol, warna, lagu, atau jingle.
Tahap Legitimasi, pada kampanye produk, legitiimasi kerapkali ditunjuk melalui testimoni atau pengakuan konsumen tentang keunggulan produk tertentu. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap produk tersebut sangatlah besar, berikut merupakan beberapa testimoniterhadap pembelian produk tersebut.
Tahap Distribusi, campaign scarlet whitening berhasil menjual produknya mencapai 23,8 miliar dan masyarakat percaya bahwa produk tersebut terbukti ampuh untuk digunaakn
Kesimpulan
Kampanye dari Scarlett Whitening merupakan Product Campaign. Berdasarkan Studi Kasus Scarlett Whitening, kampanye yang dilakukan brand tersebut melalui 5 tahapan dalam model The Five Functional Stages Devolopment Model. Kegiata kampenye produk tersebut berhasil mencapai tujuan
- Tugas Minggu ke 3
- Perencanan Kampanye Komunikasi.

.png)
.png)


.png)


Komentar
Posting Komentar